Gagasan di balik NURAYAHS

Kedalaman lama dalam bahasa visual baru.

Film dan tulisan tentang iman, makna dan tanggung jawab.

Ilustrasi editorial

Meluangkan waktu untuk pertanyaan.

Film dan teks membuka jalan menuju pertanyaan tentang iman, makna, dan tindakan yang bertanggung jawab.

Satu dunia. Tiga cara melihat.

Perubahan sudut pandang tidak membuat setiap tafsir menjadi benar. Namun, ia dapat menampakkan apa yang terlewat oleh pandangan pertama yang tergesa-gesa.

Perspektif sebelum penilaian

Sebelum menilai seseorang atau suatu keadaan, ubahlah titik pandang. Pandangan lain dapat memperlihatkan hubungan, tekanan, dan kemungkinan yang sebelumnya tersembunyi.

Pengetahuan menjadi tanggung jawab

Pengetahuan membuka kemungkinan. Niat, nurani, dan tindakan menentukan apa yang kita lakukan dengannya.

Membaca dunia sebagai tanda

Perhatian melihat lebih dari benda-benda untuk digunakan. Dalam keteraturan, ketergantungan, keindahan, dan kehidupan, seseorang dapat menemukan tanda-tanda yang mengundang perenungan tentang Penciptanya.

Kecerdasan buatan dapat membandingkan, menerjemahkan, dan membuka jalan akses baru. Ia tidak memiliki nurani. Verifikasi, penafsiran, dan tindakan tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Refleksi masa kini yang terinspirasi oleh tema dalam Risalah Nur, bukan kutipan. Baca konteks sumber

Kontribusi kami

01

Film

Karya sinematik pendek yang memperlambat perhatian sebelum meminta jawaban.

02

Pertanyaan

Halaman Pertanyaan hanya membuat prompt yang memperhatikan sumber secara lokal di browser Anda agar dapat disalin dan digunakan di AI Anda sendiri. Situs ini tidak menerima pertanyaan Anda maupun menghasilkan jawaban. Hasilnya berasal dari penyedia AI yang Anda pilih dan harus diperiksa berdasarkan sumber yang dicantumkan.

03

Refleksi

Esai jernih yang menghubungkan pertanyaan abadi dengan teknologi, pengetahuan modern, dan pengalaman hidup.

04

Catatan sumber

Pembedaan yang tampak antara wahyu, kutipan, biografi, penafsiran, dan karya editorial orisinal.

Karya dan konteks biografis.

Al-Qur’an diperlakukan sebagai sumber keagamaan tertinggi. Risale-i Nur menjadi jembatan penjelas: kumpulan refleksi Qur’ani abad kedua puluh yang menyapa akal, hati, dan imajinasi moral secara bersamaan.

Tema utamanya mencakup keesaan Ilahi, kenabian, kebangkitan, ibadah, tujuan manusia, dan tanggung jawab moral. Ia menggabungkan penalaran dengan pengamatan ciptaan serta menyapa akal, hati, dan nurani.

Kutipan, penafsiran, dan karya asli ditandai dengan jelas. Karya ini memikul tanggung jawab di hadapan Pencipta kita, terhadap sumber, dan terhadap orang-orang yang dijangkaunya.

Kenali kumpulan dan penulisnya